AUD/USD Terbebani Data Tenaga Kerja Australia

Pasangan mata uang AUD/USD kembali melemah dalam perdagangan hari Kamis (18/8/2022), menyusul publikasi sejumlah data ekonomi terbaru tentang pasar tenaga kerja yang mengecewakan. Aussie juga tertekan oleh kekhawatiran para pemain pasar global terhadap sinyal pelemahan ekonomi China.

AUDUSD Terbebani Data Tenaga Kerja Australia

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa jumlah pekerjaan di Australia berkurang 40.9k pada periode Juli 2022, padahal konsensus mengharapkan kenaikan sebanyak 25k. Ini merupakan penurunan ketenagakerjaan pertama di Australia sejak Oktober 2021.

Tingkat pengangguran Australia tercatat menurun dari 3.5 persen menjadi 3.4 persen dalam periode tersebut. Namun, penurunan itu berhubungan dengan tumbangnya tingkat partisipasi angkatan kerja. Penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja merupakan sebuah perkembangan yang mengkhawatirkan, karena menandakan situasi kelangkaan tenaga kerja yang makin memburuk.

Pasar menanggapi serangkaian laporan ketenagakerjaan Australia kali ini dengan pesimistis. Apalagi situasi ketenagakerjaan yang memburuk telah meluas ke seluruh negeri. Semua negara bagian, kecuali Australia Barat dan Tasmania, melaporkan kejatuhan dalam total ketenagakerjaan.

Data pertumbuhan gaji Australia pada hari Rabu juga menunjukkan kenaikan yang gagal memenuhi ekspektasi pasar maupun tingkat inflasi saat ini. Laju pertumbuhan gaji Australia telah mencapai rekor tertinggi dalam nyaris delapan tahun terakhir, tetapi hanya setengah dari laju inflasi. Ini berarti tingkat gaji riil Australia sebenarnya merosot.

Baca Juga:   Dolar Secara Luas Tetap Lebih Tinggi Pada Data AS Yang Optimis, Kesengsaraan Yunani

“AUD/USD lengser ke bawah sampai mendekati 0.6920 menyusul laporan pasar tenaga kerja Juli yang beragam,” kata Carol Kong, pakar strategi dari Commonwealth Bank of Australia.

“Kejutan yang lebih lemah dalam ketenagakerjaan menambah alasan bagi RBA untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga pada rapat kebijakan berikutnya di bulan September. Tim ekonom Australia kami akan memperbarui prediksi mereka untuk rapat September,” tambah Kong.

Kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk akan mempersulit RBA untuk menaikkan suku bunga, padahal pengetatan moneter diperlukan untuk melawan inflasi yang terus meningkat. Apabila RBA tetap menaikkan suku bunga secara agresif, konsekuensinya mungkin akan mengakibatkan perlambatan ekonomi yang lebih tajam. Hal ini merupakan dilema yang dapat membebani posisi dolar Australia ke depan di pasar forex.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.