AUD/USD Merana Meski Inflasi Australia Kalahkan Ekspektasi

Data inflasi Australia hari ini (26/4/2023) melampaui estimasi konsensus. Akan tetapi, kurs dolar Australia malah melemah karena laporan tersebut menunjukkan disinflasi yang berkelanjutan. Tren disinflasi kemungkinan menggugurkan niat bank sentral Australia (RBA) untuk menaikkan suku bunga lagi.

AUDUSD Merana Meski Inflasi Australia Kalahkan Ekspektasi

Badan Statistik Australia melaporkan bahwa laju inflasi tumbuh 1.4 persen (Quarter-over-Quarter) pada kuartal pertama tahun 2023. Angka tersebut lebih tinggi daripada estimasi konsensus yang dipatok pada 1.3 persen saja, tetapi jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan 1.9 persen pada periode sebelumnya. Laju inflasi tahunan pun merosot dari 7.8 persen menjadi 7.0 persen saja.

“Sebagian besar dari parameter utama dan rinciannya lebih lemah meskipun masih cukuo tinggi dengan sejumlah kelekatan dalam inflasi sektor jasa. Untuk RBA yang segan mengetatkan (kebijakan moneter) lebih lanjut dan siap mentolerir inflasi lebih tinggi demi mempertahankan perbaikan pasar tenaga kerja, data hari ini menyediakan alasan untuk mempertahankan (suku bunga) dan kami menghapus (perkiraan) kami untuk kenaikan suku bunga terakhir sebesar 25 bps pada Mei,” papar analis dari RBC Capital Markets.

Baca Juga:   GBP/USD Bergairah Berkat Data PDB Inggris

Antje Praefcke, analis dari Commerzbank, sependapat. Katanya, “Data menandakan bahwa RBA tidak akan menaikkan suku bunga utama pekan depan, tetapi meninggalkannya pada 3.60 persen. Namun, dengan inflasi (inti) masih berada jauh di atas target inflasi 2-3 persen, (RBA) kemungkinan mempertahankan nada restriktif dalam pernyataannya dan (berupaya) meyakinkan bahwa mereka siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.”

Sejumlah pelaku pasar kini bahkan berspekulasi RBA akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, kemungkinan saat memasuki kuartal ketiga. Dolar Australia berpotensi tertekan makin dalam apabila data-data ke depan mendukung spekulasi ini.

“Data ekonomi akan menarik lebih banyak perhatian lagi: Apabila data-data menunjukkan perlambatan dalam perekonomian, pasar dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga mereka dan mundur pada saat yang tepat, sehingga semestinya membebani AUD,” lanjut Praefcke.

Saat berita ditulis pada awal sesi New York, AUD/USD terpantau melemah sekitar 0.3 persen hingga menguji level support multibulan pada kisaran 0.6600 lagi. AUD/NZD juga jatuh ke level terendah dalam lebih dari sepekan terakhir.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.