AUD/USD Meninggi Berkat Rumor Paket Penyelamatan Properti

AUD/USD melesat lebih dari 0.6 persen sampai kisaran 0.6680-an dalam perdagangan hari Rabu ini (15/5/2024), membukukan level tertingginya dalam sekitar dua bulan terakhir. Namun, penguatan Aussie tersebut berhubungan dengan sebuah rumor yang belum jelas kebenarannya.

AUDUSD Meninggi Berkat Rumor Paket Penyelamatan Properti

Masalah properti China merupakan salah satu isu paling kompleks dalam dunia keuangan global tahun ini. Banyak perusahaan pengembang properti raksasa China yang terbelit masalah keuangan. Properti yang telah dibangun gagal terjual, sedangkan tagihan utang terus membengkak. Di sisi lain, banyak orang muda berusia produktif di China yang tak mampu membeli hunian lantaran harga properti sudah terlalu tinggi.

Dalam situasi yang dilematik ini, muncul proposal penyelamatan untuk sektor properti China. Proposal tersebut konon memuat rencana bagi perusahaan-perusahaan BUMN setempat untuk membeli stok properti tak terjual dari para pengembang bermasalah. Harga beli kelak ditentukan dengan diskon yang besar, dan transaksinya melalui skema pinjaman ringan dari bank-bank pemerintah. Properti yang berhasil berpindah tangan itu nantinya akan disulap menjadi hunian terjangkau.

Baca Juga:   Yen Menguat Setelah AS Kobarkan Perang Dagang Versus Eropa

Bloomberg mengabarkan Beijing sedang meminta masukan mengenai proposal tersebut kepada pemerintah-pemerintah daerah. Apabila proposal itu disetujui, maka akan menjadi paket penyelamatan yang berskala paling besar bagi sektor properti China.

Mengingat sektor properti China termasuk konsumen utama komoditas ekspor Australia, pemulihannya dapat berpengaruh pula terhadap neraca perdagangan dan nilai tukar Aussie. Namun, pakar memeringatkan perlunya pasar memastikan kebenaran kabar tersebut terlebih dahulu.

“AUD/USD dan NZD/USD mendapatkan sokongan dari penguatan CNH,” ujar Kristina Clifton, ahli strategi FX di Commonwealth Bank of Australia, “Tetapi, (kebenaran) laporan tersebut belum terkonfirmasi, sehingga tidak jelas apakah pembelian properti akan berlangsung.”

Dolar Aussie berisiko jatuh dengan tajam apabila petinggi China menampik adanya proposal penyelamatan sektor properti tersebut. Bukan hanya dalam AUD/USD, melainkan juga berbagai cross AUD lainnya.

Surplus neraca perdagangan Aussie telah menipis belakangan ini lantaran pertumbuhan ekspor yang lebih lemah daripada impor. Selama krisis properti China terus berlarut-larut, angka ekspor Australia terancam melempem. Pada gilirannya, arus dana yang lebih besar untuk membayar impor kepada mitra dagang mancanegara tentunya akan mengakibatkan pelemahan nilai tukar dalam jangka panjang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.