analisaforex

Apakah Potensi Bullish Euro Masih Berlanjut Tahun 2021?

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD melemah lagi pada kisaran 1.2250-an dalam perdagangan hari ini (8/1), melanjutkan penurunan yang dialaminya setelah rilis data inflasi dan penjualan ritel kemarin. Analisis terbaru dari beberapa perbankan AS terkemuka menyinggung kemungkinan sudah terbatasnya potensi reli bullish euro sepanjang setahun ke depan.

Apakah Potensi Bullish Euro Masih Berlanjut Tahun 2021

Konsensus diantara para analis pada akhir tahun lalu adalah bahwa dolar AS bakal terdepresiasi dan euro akan unggul pada tahun 2021. Namun, beberapa analis telah memodifikasi prediksi mereka segera setelah memasuki tahun baru. Salah satunya diungkapkan oleh Athanasios Vamvakidis dari Bank of America di London.

Vamvakidis mengatakan sebagian besar reli euro sudah berlalu. Katanya, “Kami mengasumsikan bahwa EURUSD akan berada dalam rentang ekuilibrium jangka panjangnya selama tahun ini, 1.20 hingga 1.25, mengakhiri tahun ini pada 1.25. (Tapi) kita sudah berada di tengah-tengah rentang ini.”

Ia dan beberapa analis lain menilai penguatan EUR/USD merupakan hasil dari sentimen risiko global yang lebih luas yang juga direfleksikan pada reli pasar saham global. Tapi tak ada basis data domestik yang mendukung reli tersebut.

Baca Juga:   USD / JPY lebih Tinggi Pada Pernyataan Fed

“Pergerakan (bullish EURUSD) tidak digerakkan oleh data, karena perekonomian AS berkinerja lebih baik daripada perekonomian Zona Euro selama pandemi. Sebaliknya, itu digerakkan oleh reli pada aset-aset berisiko,” papar Vamvakidis.

Jika prediksi ini tepat, EUR/USD akan kembali diombang-ambingkan oleh perkembangan sentimen global lagi. “Koreksi pasar risk-off dapat memicu aksi jual EUR,” imbuh Vamvakidis.

Bank of America mempertahankan proyeksi forecast EUR/USD 1.25 pada akhir tahun. Tetapi mereka menilai “risiko pada level ini bisa dicapai lebih cepat”, karena potensi pelemahan dolar akan mereda dalam jangka pendek.

Pakar strategi forex senior dari ABN Amro, Georgette Boele, juga meminta kliennya mewaspadai potensi rebound dolar AS dalam jangka pendek. Katanya, “Walaupun kami memperkirakan pelemahan dolar lebih lanjut dan penguatan dalam EURUSD tahun ini, kami kira pergerakannya sudah sedikit terlalu cepat dalam perdagangan yang tipis. Sejumlah aksi ambil untung pada posisi short dolar dan posisi long euro bisa terjadi.”

Seirama dengan BofA, ABN Amro memperkirakan EUR/USD akan mencapai 1.25 pada akhir tahun ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply