analisaforex

Apa itu Reversal dan Retracement dalam Trading Forex

Afiliasi IB XM Broker

Sebagai seorang trader, umumnya sudah mendengar bahwa cara trading yang paling aman adalah dengan mengikuti trend atau strategi trend-following. Dengan mengikuti trend maka kita tidak melawan arus dan kecil kemungkinan loss terjadi. Namun kenyataannya di dalam sebuah pair mata uang pasti akan terjadi reversal yang diikuti dengan retracement sebelum harga kembali menuju sesuai arah trendnya.

Reversal atau pembalikan arah terjadi ketika ada perubahan arah harga baik secara tiba-tiba maupun secara perlahan. Ketika reversal terjadi, maka pergerakan harga akan mengalami fase pembalikan arah.

Fase di mana terjadi pembalikan arah ini kita kenal dengan nama retracement. Untuk memahami retracement ini, kita dapat memperhatikan chart U.S dollar index yang mengalami fase kenaikan dan terjadi 2 reversal sebelum terjadi retracement.

Reversal dan Retracement dalam trading forex

Mengapa menggunakan retracement?

Andaikata kita adalah trader yang dapat menangkap kepala (awal) dari sebuah pergerakan trend naik atau turun maka tidaklah perlu untuk melakukan trading retracement. Namun umumnya hanya 1 dari 100 orang (Bahkan lebih sedikit) yang bisa dengan tepat memperkirakan kapan harga merupakan titik terendah atau titik tertinggi.

Karena sangatlah jarang trader yang bisa menentukan titik terendah atau tertinggi ini, maka lebih aman membiarkan harga berjalan sesuai trend dan barulah ketika terjadi retracement kita memasang posisi sesuai dengan arah trend yang sedang berlangsung.

Baca Juga:   Trading Forex Tanpa Modal

Apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan trading reversal atau retracement?

Jika bertanya pada tiap trader alat apa saja yang digunakan dalam strategi reversal atau retracement, maka jawabannya akan beragam. Bisa candlestick, RSI, stochastic, chart pattern, Elliot Wave, dan seterusnya.

Dalam artikel ini kita akan membahas kombinasi tools yang digunakan yaitu:

  1. Candlestick pattern
  2. Fibonacci Retracement (Klik Disini untuk mengetahui cara menggunakan Fibonacci Retracement ke dalam trading forex)
  3. Divergence

Tools trading reversal dan retracement: Candlestick pattern

Candlestick merupakan sebuah tools yang paling pertama dilihat ketika kita membuka chart trading. Secara garis besar ini adalah harga yang ditambilkan dalam bentuk satu buah candle berisi data Open, high, low, dan close (OHLC).

Candlestick pattern memanfaatkan pola-pola yang terbentuk dari harga ini untuk menentukan apakah akan terjadi reversal dari arah trend saat ini. Ada pola dua candlestick, ada pola tiga candlestick bahkan pola empat dan lima candlestick. Kita hanya akan membahas pola dua candlestick karena inilah pola paling dasar.

Pola-pola candlestick yang banyak digunakan:

  • Bullish /bearish engulfing – Pada pola ini, harga mengalami penurunan dan tutup pada kondisi yang rendah di hari pertama. Pada hari kedua, harga mengalami kenaikan yang kemudian ditutup pada titik lebih tinggi dari harga tertinggi hari pertama. Konfirmasi terjadi ketika harga naik lebih tinggi lagi pada hari ketiga dan tutup di atas high dari kedua hari yang mendahului. Lawan dari bullish engulfing adalah bearish engulfing dan yang terjadi adalah kebalikannya. Berikut adalah gambar dari pola bullish / bearish engulfing.

pola candlestick bullish / bearish engulfing

  • Bullish / bearish harami – Pada pola ini, harga mengalami penurunan dan tutup pada kondisi yang rendah di hari pertama. Pada hari kedua, harga mengalami kenaikan dan tutup pada kondisi naik, tetapi masih di dalam high dan low hari pertama. Jika diperhatikan, kondisi ini seperti ibu hamil (harami). Konfirmasi terjadi pada hari ketiga ketika harga bergerak naik dan tutup di atas high hari pertama. Untuk bearish harami, cukup dibalikkan saja langkah pembentukan candlesticknya. Berikut adalah gambar dari pola bullish / bearish harami.

pola candlestick bullish / bearish harami

Tools trading reversal dan retracement: Fibonacci Retracement

Fibonacci retracement adalah tools yang dibuat berdasarkan penemuan angka “golden ratio” oleh Leonardo Fibonacci yang memiliki julukan Leonardo of Pisa. Prinsip dari tolls trading ini adalah semua harga yang naik atau turun pasti akan berbalik sebelum melanjutkan kenaikan atau penurunannya. Dengan tools ini, traders akan menggunakan angka golden ratio untuk menghitung titik-titik di mana harga akan berbalik dan melanjutkan kenaikan atau penurunan.

Contoh chart penggunaan Fibonacci Retracement:

Contoh chart penggunaan Fibonacci Retracement

Pada chart, titik Fibonacci ditarik pada dua lingkaran oval. Kemudian didapatkan level-level yang ditandai dengan box kuning di mana kemungkinan harga akan mulai berbalik arah lagi.

Untuk memahami Fibonacci Retracement lebih jauh, silahkan trader dapat mengacu pada artikel Cara Menggunakan Fibonacci Retracement Kedalam Trading Forex

Tools trading reversal dan retracement: Divergence

Mungkin ini adalah tools trading yang paling rumit untuk digunakan oleh trader pemula, namun jika dapat menggunakannya maka dapat menjadi tools yang sangat kuat dan membantu di dalam trading. Divergence sendiri adalah ketidakselarasan, dan berbicara ketidakselarasan pasti ada dua hal yang dibandingkan. Misalkan kita sering melihat anak-anak baris berbaris, kadang-kadang ada satu atau dua anak yang saat aba-aba maju berjalannya miring. Inilah yang kita sebut ketidakselarasan.

Pada trading forex, divergence dapat dilihat dengan membandingkan pergerakan harga dengan indikator trading seperti RSI, stochastic, MACD, dan sebagainya. Ada 2 jenis divergence, regular divergence dan hidden divergence.

Baca Juga:   Cara Membuat Garis Tren (Trendline) Trading Forex Yang Benar

Pada regular divergence, harga bergerak  mengikuti trend utamanya dan membetuk titik low/high yang semakin tinggi/rendah namun indikator mengarah pada arah berlawanan. Pada akhir dari divergence ini, harga akan mengikuti arah dari indikator. Misalkan seperti contoh chart berikut ini:

Tools trading reversal dan retracement: Divergence

Tools trading reversal dan retracement: Divergence 2

Divergence kedua adalah hidden divergence, situasi ini terjadi ketika harga sedang bergerak berlawanan dengan trend utamanya tapi tidak menghasilkan titik lower low pada trend naik atau higher low pada trend turun. Di sisi lain, indikator justru mencetak titik yang lebih rendah atau lebih tinggi. Pada akhir dari divergence ini, harga akan melanjutkan searah dengan trend utamanya. Contoh chart.

hidden divergence

hidden divergence 2

Trading divergence memiliki kelemahan, karena pada satu saat divergence dapat berlangsung dalam jangka waktu yang sangat panjang sementara tidak ada perubahan yang terjadi pada pergerakan harga. Jika trader masuk terlalu awal, maka kerugiaan akan sangat besar sebelum harga mulai berbalik.

Oleh karena itu, ketika melakukan trading divergence harus selalu disertai titik cut loss.

Catatan untuk meningkatkan keberhasilan strategi reversal dan retracement

Strategi reversal dan retracement sangat berbahaya dan tidak untuk semua orang menurut trader professional. Namun sesungguhnya kalimat itu baru 50% benar dan kenyataannya adalah, ini strategi yang paling harus dilakukan dan paling memberikan hasil bagi semua trader pemula asalkan dilakukan dengan benar.

Pertama-tama, trading yang benar adalah mengikuti trend jangka panjang. Selama kita mengikuti trend jangka panjang, maka kemungkinan salah semakin kecil. Oleh karena itu, trader sangat disarankan untuk membuat analisa dari chart yang memiliki time-frame besar seperti monthly, weekly, daily chart. Setelah analisa dilakukan, maka trader baru masuk ke chart dengan time-frame lebih kecil seperti hourly, 4-hour chart untuk menentukan titik di mana dapat masuk transaksi.

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply