Analisis Antisipasi Bitcoin Berpeluang Ambrol ke US$15 Ribu

Arthur Hayes  adalah mantan CEO yang ada di Bursa BitMEX telah memperingatkan penurunan harga Bitcoin. Para analis crypto juga sudah memperkirakan jatuhnya BTC di angka US$15 ribu.

Menurut Hayes, crypto telah lama menduduki pangsa pasar berkapitalisasi besar, tetapi tetap menjadi salah satu aset berisiko. Apalagi ketika Federal Reserve terpaksa meninggalkan pengetatan kuantitatif, maka akan menambah beberapa dampak lainnya.

Dalam posting blognya, Hayes mengutarakan prediksi yang dipublish pada 19 Januari. “Reli Bitcoin yang sedang terjadi seharusnya jangan dianggap sebagai permulaan bull run baru,” kata Hayes.

BTC masih berpeluang ambrol apalagi jika kebijakan Federal Reserve berubah haluan dari sebelumnya restriktif menjadi liberal. Dengan melonggarnya inflasi Amerika Serikat, The Fed akan terus mengamati harga crypto tahun ini untuk kebijakan porosnya.

Penyebab Harga Bitcoin Ambrol ke US$15 Ribu

Celah CME memperkirakan bahwa Bitcoin belum mencapai titik terendahnya. Analis crypto berujar bahwa hal ini masih bisa menjadi pertanda harga Bitcoin turun di kisaran US$15 ribuan.

Kondisi ini sebelumnya pernah terjadi di periode 2020 lalu, dimana CME tidak terisi di kisaran US$9.600. Hal ini menyebabkan para trader perlahan-lahan hengkang dari arena Bitcoin.

Baca Juga:   Novogratz Memprediksi Anak Muda Akan Membeli Bitcoin Dengan Cek Stimulus Mereka

Menurut Arcane Research melaporkan bahwa CME meningkat pada periode akhir tahun kemarin. CME Open Interest (OI) juga mengalami kenaikan di 80.000 BTC pada Desember 2022.

Namun, secara pasti hal ini tidak memiliki petunjuk apapun dibaliknya. Pasar CME umumnya dibuka dalam beberapa waktu tidak seperti layaknya pasar kripto.

Biasanya bursa akan aktif disaat jam kerja, tetapi close saat liburan tiba. Akibatnya, grafik akan menimbulkan celah yang tidak umum.

Akibat dari celah CME tersebut, BTC bisa saja tidak terkontrol dan bisa mengalami depresiasi. Saat itu tiba, para investor mungkin akan memiliki alasan kuat untuk membelinya.

Bitcoin yang kini berada di kisaran US$10 ribu bisa saja lebih tertekan. Namun semua ini masih belum ada yang bisa memastikannya.

Celah CME bisa jadi memberikan dampak terkait harga baru BTC. Namun, hal tersebut juga dapat menjadikannya penyebab BTC turun ataupun naik di 2023.

Jika penurunan ini terjadi, analis crypto memiliki pandangan yang berbeda. Akan tetapi, bagi yang sudah lama berinvestasi, lebih baik menahannya dulu hingga semua kembali membaik.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.