analisaforex

Analis: Dolar Aussie Berpeluang Breakout Pekan Depan

Afiliasi IB XM Broker

Dolar Australia melaju ke rekor tertinggi sejak awal September pada kisaran 0.7390-an terhadap USD dalam perdagangan akhir pekan ini (27/11). Minat risiko global telah mengatrol pamor Aussie versus Greenback sejak awal bulan. Beberapa analis pasar dari perbankan ternama di kawasan Antipodean bahkan memperkirakan mata uang ini berpeluang untuk meraih momentum breakout dalam waktu dekat.

Dolar Aussie Berpeluang Breakout Pekan Depan

Dolar Australia tetap tangguh dalam perdagangan sepekan, meskipun Beijing melancarkan sejumlah “serangan” terhadap komoditi-komoditi ekspor andalan negeri Kanguru. Para analis berpendapat AUD bakal terus mengabaikan ketegangan kedua negara selama China tidak mengusik komoditi ekspor utama Australia, bijih besi.

China telah mengumumkan tarif impor tinggi bagi batu bara, barley, kayu lapis, tembaga, lobster, dan gula dalam beberapa pekan terakhir. Langkah itu kemungkinan diambil guna membalas komentar PM Scott Morrison yang menuntut China bertanggung jawab atas virus Corona dan pelarangan atas partisipasi Huawei dalam pengembangan infrastruktur 5G Australia.

“AUD masih jadi proxy populer untuk minat risiko, sehingga dalam sepekan di mana MSCI World Index mencapai rekor tertinggi baru, bias AUD itu naik. Komoditas terus memberikan dukungan, dengan barometer harga ekspor komoditas Australia milik kami mengalami kenaikan ke rekor tertinggi 7 tahun,” ungkap Sean Callow dari Westpac, “USD yang agak lemah dalam pekan depan semestinya membantu AUD/USD menembus resistance 0.7414, dengan penurunan kemungkinan terbatas pada area pertengahan 0.72.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 16/09/2020 - PERTAMINA MELALUI PROGRAM "OVOO" BERHASIL KEMBANGKAN 185.210 PANGKALAN ELPIJI

“AUD/USD berada sekitar ekuilibrium relatif dibanding selisih tingkat swap riil dua tahunan Australia-AS. Tapi AUD/USD itu undervalued dibandingkan tren terms of trade Australia/AS dan harga bijih besi,” papar Elias Haddad, seorang pakar strategi dari Commonwealth Bank of Australia (CBA), “Hubungan diplomatik yang memburuk antara China dan Australia adalah risiko penurunan penting bagi AUD. Namun, selama ekspor terbesar Australia ke China, bijih besi, tidak tersentuh, fundamental tren naik AUD/USD tetap utuh.”

Pekan depan, pelaku pasar bakal memantau sejumlah jadwal event penting yang berpotensi menjadi katalis. Antara lain pengumuman kebijakan bank sentral Australia (RBA) dan rilis data GDP kuartal ketiga. GDP Australia diperkirakan meningkat dengan laju 2.3 persen (Quarter-over-Quarter) selama kuartal III/2020, tetapi beberapa analis mengharapkan angka aktual bakal sedikit lebih tinggi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply