Analis ASB: NZD/USD Berpeluang Turun Lebih Lanjut

Pasangan mata uang NZD/USD telah merosot sekitar 7.70 persen selama sebulan terakhir. Dolar New Zealand juga rontok sekitar 1 persen terhadap pound sterling dan 4 persen terhadap euro, sementara AUD/NZD mempertahankan posisi dekat rekor tertinggi sejak 2018. Hal ini menimbulkan pertanyaan, sampai berapa jauh lagi nilai tukar dolar New Zealand akan melemah?

NZDUSD Berpeluang Turun Lebih Lanjut

Saat berita ditulis pada pertengahan sesi New York (14/5/2022), dolar Australia dan dolar Kanada membukukan penguatan sekitar 0.7 persen terhadap greenback. Namun, dolar New Zealand gagal mereplikasi aksi rekan-rekan sesama comdoll-nya. NZD/USD hanya mencatat kenaikan harian sekitar 0.4 persen pada kisaran 0.6250-an, serta masih berada dalam bayang-bayang candle yang terbentuk kemarin.

Analis dari bank ASB yang berbasis di New Zealand mengatakan bahwa pelemahan kinerja NZD kemungkinan masih akan berlanjut.

“Sentimen risiko yang buruk adalah biang keroknya,” kata Nat Keall, seorang ekonom ASB, “NZD adalah mata uang ‘pro-siklikal’ yang berarti (NZD) cenderung meningkat ketika ada optimisme tentang outlook global, dan jatuh ketika suasananya lebih pesimistis.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 30/11/2018 TOWER BERSAMA BERNIAT KUASAI 51% SAHAM VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR

Rangkaian kekhawatiran yang membelit dolar New Zealand saat ini mencakup risiko perlambatan ekonomi di China, keresahan seputar situasi Ukraikan, serta potensi imbas dari kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif.

“Kami memperkirakan kisah (pelemahan NZD) ini masih punya waktu lebih lama untuk berlanjut,” tambah Keall, “Level terendah Kiwi saat ini agak kebablasan dibandingkan dengan fundamentalnya, dan mata uang ini pasti akan memantul naik lagi kelak, tetapi berita jangka pendek kemungkinan akan memperkuat nuansa (pesimistis) yang sedang berlangsung.”

ASB berpendapat China tidak akan menanggalkan kebijakan nol COVID-nya yang berpotensi menimbulkan perlambatan ekonomi global. Federal Reserve AS juga kemungkinan akan terus mengumumkan kenaikan suku bunga lanjutan dalam jumlah besar.

Semua itu berpadu menjadi faktor-faktor yang menghalangi upaya rebound Kiwi. Untungnya, menurut ASb, para petani dan eksportir New Zealand justru diuntungkan oleh depresiasi nilai tukar mata uang.

“Meskipun pelemahan outlook global telah menekan harga komoditas, sentimen risiko lebih lemah yang dihasilkannya telah mengimbangi sebagian besar dampak pada imbal hasil pertanian melalui NZD yang lebih lemah, sehingga indeks NZD hanya turun sekitar 4 persen. Kadang-kadang, sedikit keresahan itu tak terlalu buruk,” pungkas Keall.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.