Aktivitas Pabrikan Inggris Lesu, GBP/USD Tumbang

Pasangan mata uang GBP/USD ambruk hampir 1 persen dalam perdagangan sesi New York hari Selasa (1/6/2022). Publikasi hasil survei Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur Amerika Serikat bulan Mei 2022 menampilkan kinerja yang mengungguli ekspektasi pasar, sedangkan aktivitas pabrikan Inggris pada periode yang sama justru berekspansi dengan laju paling lambat sejak Januari 2021.

Aktivitas Pabrikan Inggris Lesu GBPUSD Tumbang

Skor PMI Manufaktur Inggris jatuh dari 55.8 pada April menjadi 54.6 pada Mei, selaras dengan pelaporan preliminer beberapa waktu lalu. Data ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko resesi di Britania Raya, seiring dengan bertambahnya beban hidup rumah tangga di tengah kenaikan harga energi.

Data PMI menunjukkan bahwa ekspor pabrikan masih sukar pulih kembali setelah terpukul pada masa pandemi COVID-19. Pesanan baru dari mancanegara merosot dengan laju paling cepat sejak Juni 2020. Responden menyebutkan beragam kendala seperti masalah Brexit, penundaan transportasi, serta perang di Ukraina. Output pabrikan juga belum pulih kembali ke tingkat pra-pandemi.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak telah mengumumkan bantuan tunai senilai total 15 miliar pound bagi rumah tangga yang membutuhkan, di samping stimulus lain senilai 22 miliar poun yang diumumkan pada awal tahun. Namun, situasi saat ini mengisyaratkan bahwa semua bantuan tersebut kemungkinan tak mampu membendung perlambatan ekonomi.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 14/10/2020 - BNI SYARIAH DUKUNG BANK SYARIAH YANG BERMANFAAT DAN MAMPU KEMBANGKAN INDUSTRI HALAL

Rumah tangga konsumen biasanya merespons kenaikan harga-harga yang berlebihan dengan cara mengurangi belanja mereka, sehingga dapat mengakibatkan perlambatan pada industri pabrikan yang menerima order lebih sedikit. Apabila hal itu terjadi, perusahaan-perusahaan akan kesulitan untuk berkembang atau bahkan perlu menurunkan kapasitas produksi mereka.

“Dengan hasil yang buruk untuk sub-sektor konsumen menandakan bahwa dampak dari tekanan atas keuangan rumah tangga mulai menunjukkan jejaknya, prospek bagi sektor manufaktur itu (menjadi) suram,” kata Martin Beck, kepala penasihat ekonomi EY ITEM Club.

Laporan lain yang dirilis oleh Institute of Directors menyebutkan bahwa keyakinan para pebisnis terhadap perekonomian pada bulan lalu telah merosot ke tingkat terendah sejak Oktober 2020. Pokok kekhawatiran mereka adalah laju inflasi Inggris yang telah mencapai rekor tertinggi 40 tahun pada tingkat 9 persen pada bulan April. Survei bisnis dari Confederation of British Industry juga menunjukkan ekspektasi pertumbuhan yang nyaris nihil selama tiga bulan ke depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.