Aksi Risk-Off Marak, Kurs Dolar AS Capai Tertinggi Satu Bulan

Indeks dolar AS (DXY) meroket pesat hingga menembus rekor tertinggi satu bulan pada ambang 105.00 berkat aksi risk-off yang kian meluas di pasar keuangan global. USD/JPY sempat mencapai rekor tertinggi baru multi-tahun pada level 135.00 dalam perdagangan sesi Asia, tetapi kemudian mundur ke kisaran 134.00 saat memasuki sesi Amerika lantaran aksi risk-off tersebut. Di sisi lain, Greenback menorehkan keunggulan mutlak versus dolar komoditas.

Kurs Dolar AS Capai Tertinggi Satu Bulan

Imbas dari publikasi data inflasi AS pada hari Jumat terus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kenaikan inflasi AS yang tak terkendali telah meningkatkan prospek kenaikan suku bunga The Fed, sekaligus menjatuhkan sentimen risiko pasar. Konsekuensinya, obligasi pemerintah dan bursa saham global ambrol.

Mata uang-mata uang high risk ikut terpukul dalam situasi ini. Kurs AUD/USD merosot lebih dari 1.3 persen, sementara NZD/USD dan GBP/USD masing-masing jatuh sekitar 1 persen. EUR/USD juga merosot sekitar 0.7 persen ke kisaran 1.0440, sedangkan USD/CAD menanjak sekitar 0.5 persen ke level 1.2845.

“USD memperpanjang kenaikannya sejak Jumat karena minat risiko terus memudar lintas pasar,” kata Brad Bechtel, kepala FX global di Jefferies, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

Baca Juga:   Emas Turun, Fokus Pada Pemilihan Putaran Kedua Georgia

Para pelaku pasar menyoroti rapat kebijakan yang akan digelar oleh sejumlah bank sentral selama beberapa hari mendatang, termasuk Federal Reserve AS, Bank of England, Swiss National Bank, dan Bank of Japan. Diantaranya, pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga paling besar.

Proyeksi konsensus mensinyalir The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin. Namun, Barclays dan Jefferies bersama beberapa pakar lain menilai The Fed bisa saja menaikkan suku bunganya sebanyak 75 basis poin sekaligus.

“Sebuah langkah 75 bps jelas sekali akan menjadi kejutan bagi mereka yang berpegang tegun pada 50 bps,” kata Bechtel yang berpendapat indeks dolar akan melonjak lagi atas perubahan suku bunga tersebut.

Bank of England dan Swiss National Bank kemungkinan juga akan melaksanakan “rate hike“, tetapi konsensus hanya memperkirakan sebanyak 25 basis poin. Sementara itu, Bank of Japan hampir pasti terus mempertahankan sikap kebijakan moneter longgar dan suku bunga negatif-nya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.