Aksi Profit-Taking Mengatrol Rival Dolar Jelang Pengumuman FOMC

Greenback sempat melemah sejenak dalam perdagangan hari Rabu ini (15/6/2022), sementara rival-rivalnya mencuat gegara aksi profit-taking menjelang pengumuman haril rapat FOMC The Fed dalam beberapa jam ke depan. Kendati demikian, posisi indeks dolar AS (DXY) sudah terangkat kembali saat berita ditulis pada awal sesi New York.

Aksi Profit-Taking Mengatrol Rival Dolar Jelang Pengumuman FOMC

Dolar Australia menunjukkan kinerja paling top dengan penguatan lebih dari 1 persen sampai rekor tertinggi harian pada 0.6959 terhadap dolar AS. Padahal laporan hasil survei sentimen konsumen Australia terbaru menunjukkan penurunan berkelanjutan. Indeks Sentimen Konsumen Westpac tercatat -4.5 persen untuk bulan Juni 2022, setelah menorehkan -5.6 persen pada periode sebelumnya. Kenaikan harga-harga semakin menggerogoti keyakinan konsumen dan minat belanja rumah tangga.

Kurs GBP/USD juga membukukan penguatan yang cukup pesat pada sesi Eropa, meskipun surut kembali saat memasuki sesi New York. Para pejabat Bank of England (BoE) akan mulai menggelar rapat regulernya hari ini untuk membahas penyesuaian kebijakan dalam penghadapi peningkatan inflasi domestik dan “Fed Rate Hike”.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 03/03/2020 - KEMENPERIN BIDIK SEKTOR ILMATE TUMBUH 4,7 PERSEN PADA 2020

Data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris yang kian melemah telah membuat sejumlah analis meragukan kapabilitas BoE untuk menaikkan suku bunga pekan ini. Namun, mayoritas ekonom menilai BoE tak punya pilihan selain menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Beberapa pengamat bahkan menilai BoE dapat mengambil langkah lebih jauh dari itu.

“Karena penyebab utama dari inflasi yang terus meningkat saat ini adalah harga-harga dolar yang terus meningkat di pasar global, Bank of England tak punya pilihan kecuali melindungi sterling. Karenanya, mereka akan mengikuti apa yang diperkirakan akan dilakukan oleh The Fed,” kata ekonom independen Frances Coppola, “Sebelumnya, mereka tidak cukup kuat mengikuti The Fed, dan sterling jatuh. Jadi kali ini harus lebih hawkish. Saya memperkirakan kenaikan suku bunga BoE sebesar minimal 50 basis poin, mungkin malah 75 atau 100.”

EUR/USD menampilkan gejolak paling signifikan dalam perdagangan hari ini dengan menguat dan merosot nyaris 100 pips antara level 1.040-1.050. Single Currency menguat pesat pada sesi Eropa lantaran ECB menggelar rapat mendadak, kemudian langsung jatuh lagi menyusul hasil rapat yang mengecewakan. Pengumuman suku bunga The Fed akan menjadi katalis penting berikutnya, sementara para trader memilih untuk wait-and-see dan mengantisipasi kenaikan suku bunga AS sebesar minimal 50 basis poin.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.